Monday, June 25, 2012
sahabat,... tahukah engkau asy Syaikh Ubaid Al-Jabiri??
link biografi beliau
beliau sudah sangat tua janggutnya putih bahkan beliau shalat di atas kursi...
kami melihat beliau bersedekap saat bangkit dari ruku', nampaknya beliau lebih cenderung kepada pendapat ini...
beliau kehilangan penglihatan (buta), sama seperti guru beliau syaikh abdul aziz bin abdillah bin bazz rahimahullah...
suara beliau fasih dan lembut, serta tutur kata yang lembut, mengingatkan kemi kepada syaikh al-utsaimin...
ada kesedihan yang mendalam saat beliau mengucapkan kata perpisahan. lalu beliau berdoa, serta memberi nasehat agar tetap terus menuntut ilmu...
adapun masysyaikh yang lainnya, mengingatkan bahwa kesyirikan, kebid'ahan dan syubhat hanya bisa dibersihkan dengan cahaya ilmu...
hafizhahumullah...
semoga Allah memberikan kesempatan kepada kami untuk berjumpa lagi dan duduk di majelis-majelis para ulama...
Sunday, June 17, 2012
Ladies
I really can not argue, especially to beautiful ladies's talk...
but they certainly made me laugh sometimes, because I saw how smart they are and how odd the way they think ...
although sometimes they seem unable to look inside themselves
and also they sometimes too stubborn even to the world of men ... LOL...
my advice to you my ladies...
never accuse a man -who love you- leave you, perhaps you should ask your self is there a point of time you ask him to really stay? don't blame him if he fall to another beautiful lady's hand... other wise, he really doesn't deserve you, that is so simple!
but Allah surely is the Infinite Justice...
Thursday, June 14, 2012
Al-Jahiliyah
Bismillahirrhamanirrahim
Kawan... jika seseorang ditanya tentang al-jahiliyah, spontan ia menjawab "itu adalah zaman kegelapan, zaman keterbelakangan, zaman kebodohan", tapi apakah ia tahu apa hakikat dari al-jahiliyah itu???
Imam Muhammad At-Thamimi menulis sebuah buku "masa'il al-jahiliyah" yang berisi ratusan masalah dan perilaku jahiliyah, merupakan satu diantara manfaat yang Allah berikan melalui beliau rahimahullah. Salah satu perilaku jahiliyah yang beliau tulis adalah bahwa kebiasaan masyarakat jahiliyah dalam beribadah mereka sering manambah atau mengurangi ibadah.
Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan dalam syarahnya terhadap buku tersebut, beliau mencontohkan penambahan dalam ibadah pada hari Asyura. nabi Musa alaihissalam mengajarkan sunnah untuk berpuasa dihari tersebut, sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah. Namun kemudian sepeninggal beliau, kaum yahudi menambah ibadah puasa ini. meraka menghias rumah-rumah, anak-anak dan istri-istri mereka, dan menjadikannya hari itu sebagai hari raya.
Dalam pengurangan ibadah, beliau memberi contoh pelaksanaan wuquf di arafah dalam ibadah haji yang sebelum rasulullah diutus merupakan sisa ajaran nabi Ibrahim alaihissalam, maka kaum musyrikin mengurangi ibadah ini khusus untuk mereka, dan mereka merasa tidak perlu untuk wukuf di arafah, cukup di muzdalifah saja. dan Allah lebih mengatahui kejelekan mereka.
dan jika kita lihat di zaman kita ini, sudah berapa banyak seseorang manambah atau mengurangi ibadahnya, kawan?! contonya saat panggilan untuk sholat, jelas bagi kita yang diajarkan oleh nabi adalah adzan, tapi sudah berapa banyak panggilan sholat ini ditambah oleh manusia?!
pertama, ditambahnya dengan mamutar murottal. kedua, ditambahnya dengan shalawat-shalawat. ketiga, ada sholat tertentu yang dibacakan sebuah hadist khusus. keempat, setelah iqomat diserukan "assolatu jama'ah rahimakumullah" atau yang semisal itu. kelima, makmum menjawab "assolatu laa ilaha illalah" atau yang semisal itu. dan tambahan-tambahan lainnya...
sungguh mengerikan tambahan-tambahan ini, kawan... mirip dengan perilaku masyarakat jahiliyah terdahulu. dan sungguh Rasulullah telah mengingatkan kita akan hal tersebut. beliau bersabda "Kalian sungguh-sungguh akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai seandainya mereka masuk ke lubang dhabb (biawak), niscaya kalian akan masuk pula ke dalamnya"...
Namun sungguh, kawan, tidaklah seseorang yang menambah kecuali dia pasti menganggap tambahan itu adalah hal yang baik. padahal Rasullullah telah bersabda "Sejelek-jelek perkara adalah perkara tambahan (yang diada-adakan) dan setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid'ah, dan setiap bid'ah itu sesat". oleh karena nya berhati-hatilah terhadap tambahan dalam agama dan cukuplah bagi kita as-sunnah, sebagaimana sabda Rasulullah "Wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rasyidin setelahku. Berpegang teguhlah dengannya. Gigitlah dengan gigi geraham kalian".
Sungguh pada diri seorang muslim itu ada simpul ikatan Islam, maka ingatlah perkataan Umar ibn khattab "Sesungguhnya akan terlepas ikatan islam ini satu demi satu, ketika ada seseorang yang tumbuh besar dalam Islam tetapi ia tidak mengetahui apa itu al-jahiliyah". Semoga Allah menolong kita untuk selalu istiqomah dalam menuntut ilmu agar mengetahui masalah dan perilaku jahiliyah dan dijauhkan darinya.
Kawan... jika seseorang ditanya tentang al-jahiliyah, spontan ia menjawab "itu adalah zaman kegelapan, zaman keterbelakangan, zaman kebodohan", tapi apakah ia tahu apa hakikat dari al-jahiliyah itu???
Imam Muhammad At-Thamimi menulis sebuah buku "masa'il al-jahiliyah" yang berisi ratusan masalah dan perilaku jahiliyah, merupakan satu diantara manfaat yang Allah berikan melalui beliau rahimahullah. Salah satu perilaku jahiliyah yang beliau tulis adalah bahwa kebiasaan masyarakat jahiliyah dalam beribadah mereka sering manambah atau mengurangi ibadah.
Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan dalam syarahnya terhadap buku tersebut, beliau mencontohkan penambahan dalam ibadah pada hari Asyura. nabi Musa alaihissalam mengajarkan sunnah untuk berpuasa dihari tersebut, sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah. Namun kemudian sepeninggal beliau, kaum yahudi menambah ibadah puasa ini. meraka menghias rumah-rumah, anak-anak dan istri-istri mereka, dan menjadikannya hari itu sebagai hari raya.
Dalam pengurangan ibadah, beliau memberi contoh pelaksanaan wuquf di arafah dalam ibadah haji yang sebelum rasulullah diutus merupakan sisa ajaran nabi Ibrahim alaihissalam, maka kaum musyrikin mengurangi ibadah ini khusus untuk mereka, dan mereka merasa tidak perlu untuk wukuf di arafah, cukup di muzdalifah saja. dan Allah lebih mengatahui kejelekan mereka.
dan jika kita lihat di zaman kita ini, sudah berapa banyak seseorang manambah atau mengurangi ibadahnya, kawan?! contonya saat panggilan untuk sholat, jelas bagi kita yang diajarkan oleh nabi adalah adzan, tapi sudah berapa banyak panggilan sholat ini ditambah oleh manusia?!
pertama, ditambahnya dengan mamutar murottal. kedua, ditambahnya dengan shalawat-shalawat. ketiga, ada sholat tertentu yang dibacakan sebuah hadist khusus. keempat, setelah iqomat diserukan "assolatu jama'ah rahimakumullah" atau yang semisal itu. kelima, makmum menjawab "assolatu laa ilaha illalah" atau yang semisal itu. dan tambahan-tambahan lainnya...
sungguh mengerikan tambahan-tambahan ini, kawan... mirip dengan perilaku masyarakat jahiliyah terdahulu. dan sungguh Rasulullah telah mengingatkan kita akan hal tersebut. beliau bersabda "Kalian sungguh-sungguh akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai seandainya mereka masuk ke lubang dhabb (biawak), niscaya kalian akan masuk pula ke dalamnya"...
Namun sungguh, kawan, tidaklah seseorang yang menambah kecuali dia pasti menganggap tambahan itu adalah hal yang baik. padahal Rasullullah telah bersabda "Sejelek-jelek perkara adalah perkara tambahan (yang diada-adakan) dan setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid'ah, dan setiap bid'ah itu sesat". oleh karena nya berhati-hatilah terhadap tambahan dalam agama dan cukuplah bagi kita as-sunnah, sebagaimana sabda Rasulullah "Wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rasyidin setelahku. Berpegang teguhlah dengannya. Gigitlah dengan gigi geraham kalian".
Sungguh pada diri seorang muslim itu ada simpul ikatan Islam, maka ingatlah perkataan Umar ibn khattab "Sesungguhnya akan terlepas ikatan islam ini satu demi satu, ketika ada seseorang yang tumbuh besar dalam Islam tetapi ia tidak mengetahui apa itu al-jahiliyah". Semoga Allah menolong kita untuk selalu istiqomah dalam menuntut ilmu agar mengetahui masalah dan perilaku jahiliyah dan dijauhkan darinya.
Tuesday, June 12, 2012
to my friend
If the decease stay in there, my friend...
Only Allah can give u the cure...
and if u, and only if u sincere...
He will reward u the greatest gift...
Subscribe to:
Posts (Atom)