Friday, December 17, 2010

bulan yang mengerikan

bismillah, kawanku....
demi Dia Yang Menguasai langit dan ruang...
adakah tempat yang lebih buruk dan lebih mengerikan dari tempat yang penuh dengan kesyirikan ?!!
demi Dia Yang hanya Dia Yang berhak disembah...
sungguh tidak ada tempat seperti itu kawanku...
sungguh tidak ada tempat yang lebihg buruk dari tempat seperti itu...

Tuesday, November 23, 2010

Terbisu Saat Sholat

Diantara kesalahan sholat yang banyak tersebar di masyarakat, adanya sebagian orang yang terdiam bisu, tanpa membaca sesuatu apapun di antara dzikir-dzikir dan bacaan-bacaan dalam sholat, baik itu berupa takbir, bacaan surat, dzikir ruku’, dzikir sujud, tasyahhud, dan lainnya. Orang-orang yang semodel ini, hanya mencukupkan diri dengan bacaan dalam hati; seakan-akan sholat itu hanyalah gerakan belaka, tanpa disertai ucapan. Parahnya lagi, sampai ada orang yang berpendapat seperti ini menyatakan bahwa boleh seseorang memulai sholatnya tanpa takbir!! Diantara orang yang berpendapat demikian adalah Abu Bakr Al-Ashom Al-Mu’taziliy (pengikut aliran sesat Mu’tazilah), dan Ibrahim bin Isma’il bin Ulayyah Al-Jahmiy [Lihat Bada'iush Shona'i (1/455 & 2/22) karya Al-Kaasaaniy]

Mereka beralasan bahwa firman Allah,

"Dan Dirikanlah shalat…"(QS. Al-Baqoroh : 43)

Menurut mereka bahwa ayat ini sifatnya global, dan telah dijelaskan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dengan perbuatannya. Karena itu, Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

"Sholatlah kalian melihat aku sholat". [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Al-Adzan (631)]

Kata mereka bahwa yang terlihat adalah perbuatan (gerakan), bukan ucapan. Jadi, sholat itu adalah nama bagi perbuatan-perbuatan (gerakan) saja!! Oleh karenanya, orang yang berpendapat demikian menyatakan bahwa kewajiban sholat gugur bagi seseorang yang tidak mampu melakukan gerakan-gerakan, walaupun ia mampu berdzikir. Jika ia mampu bergerak, dan hanya berdzikir dalam hati, maka kewajiban sholat tidak gugur darinya.

Demikian pendapat yang dinyatakan oleh Abu Bakr Abdur Rahman bin Kaisan Al-Ashom, seorang ahli bid’ah beraliran Mu’tazilah. Lalu diikuti pendapat ini oleh muridnya, Ibrahim bin Isma’il bin Ulayyah. Si murid ini juga ahli bid’ah dari kalangan Jahmiyyah.

Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr Al-Andalusiy -rahimahullah- berkata, "Dia (Ibrahim bin Isma’il bin Ulayyah) memiliki banyak keganjilan, sedang pendapat-pendapatnya di sisi Ahlus Sunnah ditinggalkan; tak ada satu pendapatnya pun yang dianggap khilaf (yakni, tak ada nilainya)". [Lihat Lisan Al-Mizan (1/15)]

Al-Imam Asy-Syafi’iy -rahimahullah- berkata tentang Ibrahim ini, "Dia adalah orang yang sesat yang biasa duduk di pintu As-Sawwal untuk menyesatkan manusia". Asy-Syafi’iy juga berkata, "Saya selalu menyelisihi Ibnu Ulayyah dalam segala hal". [Lihat Lisan Al-Mizan (1/15)]

Al-Imam Abu Abdillah Adz-Dzahabiy-rahimahullah- berkata tentang Ibrahim bin Isma’il bin Ulayyah, "Dia adalah seorang Jahmiyyah (aliran sesat). Orangnya suka berdebat (ahli kalam), dan menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk. Dia wafat pada tahun 218 H". [Lihat Mizan Al-I'tidal (1/20)]

Para pembaca yang budiman, pendapat yang dinyatakan oleh Abu Bakr Al-Ashom dan muridnya yang bernama Ibrahim bin Isma’il bin Ulayyah bahwa saat sholat seseorang boleh diam, dan tak perlu mengucapkan sesuatu apapun berupa dzikir dan bacaan; ini adalah pendapat batil, menyeleneh, dan menyelisihi dalil-dalil syar’iy.

Diantara dalil-dalil yang membatalkan pendapat dua orang ini adalah firman Allah -Ta’ala-,

"Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sholat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka dia memberi keringanan kepadamu. Karena itu, bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran".(QS. Al-Muzzammil : 20)

Ayat ini turun berkaitan dengan sholat, sedang bacaan disini sifatnya muthlaq (global), mencakup semua bacaan, baik itu Al-Fatihah, maupun bacaan nafilah setelahnya. Namun ayat ini tentunya telah dijelaskan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bahwa yang dimaksud adalah wajib membaca Al-Fatihah, dan selebihnya adalah nafilah (mustahab). Oleh karenanya, beliau bersabda,

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

"Tak sholat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab". [HR. Al-Bukhoriy (756), Muslim (872)]

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolaniy -rahimahullah- berkata usai menjelaskan wajibnya membaca AL-Fatihah, "Jika hal itu telah nyata, maka keherananku tak pernah berhenti terhadap orang yang sengaja tidak membaca Surat Al-Fatihah dari kalangan mereka, dan tak melakukan tuma’ninah. Akhirnya, ia pun melakukan suatu sholat yang ia mau mendekatkan diri kepada Allah -Ta’ala- dengannya, sedang ia sengaja melakukan dosa (yakni, tidak membaca Al-Fatihah) di dalamnya karena berlebihan dalam mewujudkan penyelisihan terhadap madzhab yang lain". [Lihat Fathul Bari(2/313-314)]

Andaikan membaca dan berdzikir dalam hati adalah perkara yang mencukupi dalam sholat –dan itu mustahil-, maka tentunya Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- tak akan bersabda kepada orang yang tidak becus melakukan sholatnya,

ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ

"Kemudian bacalah sesuatu yang mudah padamu berupa Al-Qur’an". [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Al-Adzan (757), dan Muslim dalam Kitab Ash-Sholah (883)]

Sebab yang disebut dengan qiro’ah (bacaan) bukan ucapan hati. Diantara konsekuensi qiro’ah (bacaan) menurut bahasa dan syara’ adalah menggerakkan lisan ( تحريك اللسان ) sebagaimana hal ini telah dimaklumi. Contohnya, firman Allah -Ta’ala-,

"Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran, karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya" (QS. Al-Qiyamah : 16).

Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril –‘alaihi salam- kalimat demi kalimat, sebelum Jibril selesai membacakannya, agar nabi Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam- dapat menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.

Jadi, qiro’ah bukanlah ucapan hati, bahkan ucapan lisan. Oleh karena itu, para ulama yang melarang orang junub untuk membaca Al-Qur’an, mereka menetapkan bolehnya membaca ayat-ayat dalam hati, sebab ucapan dalam hati bukanlah qiro’ah (bacaan) yang terlarang, dan memang beda. [Lihat Al-Qoul Al-Mubin (hal.98) oleh Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman, cet. Dar Ibn Al-Qoyyim & Dar Ibn Affan, 1416 H]

Al-Imam An-Nawawiy -rahimahullah- berkata, "Boleh bagi mereka (orang junub, wanita haidh dan nifas) untuk menyiratkan Al-Qur’an dalam hati, tanpa dilafazhkan; demikian pula melihat mushhaf , dan membacanya dalam hati". [Lihat Al-Adzkar (hal. 13-14) oleh An-Nawawiy, dengan tahqiq Ishomuddin Adh-Dhobabithiy, cet. Dar al-Hadits, 1424 H]

Seorang ulama Andalusia, Al-Qodhi Muhammad Ibn Rusyd pernah berkata, "Adapun bacaan seseorang dalam hatinya, namun ia tidak menggerakkan lisannya, bukanlah qiro”ah (bacaan) berdasarkan pendapat yang benar, karena bacaan itu hanyalah ucapan dengan menggunakan lisan. Nah, itulah yang diberi balasan. Dalil tentang hal itu adalah firman Allah -Azza wa Jalla-,

"Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya". (QS. Al-Baqoroh : 286)

Dalilnya juga adalah sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-,

تَجَاوَزَ اللَّهُ لِأُمَّتِي مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسُهَا

"Allah memaafkan bagi umatku sesuatu yang diucapkan oleh hati mereka". [HR. Al-Bukhoriy (5269), Muslim (), Abu Dawud (2209), At-Tirmidziy (1183), An-Nasa'iy (3434) dan Ibnu Majah (2040). Lihat Irwa' Al-Gholil (2062)]

Sebagaimana halnya seorang tidak dihukum dengan sebab sesuatu yang diucapkan oleh hatinya berupa kejelekan, dan itu tidak memudhoroti dirinya, maka demikian pula ia tidak diberi balasan atas sesuatu yang diucapkan oleh hatinya berupa qiro’aah, dan kebaikan. Balasan yang diberikan hanyalah berdasarkan gerakan lisan ketika membaca, dan melakukan kebaikan". [Lihat Al-Bayan wa At-Tahshil (1/491)]

Diantara dalil yang paling kuat tentang wajibnya membaca dzikir dan qiro’ah dengan lisan dalam sholat, bukan hanya sekedar ucapan hati, yaitu hadits seorang yang tidak becus melakukan sholatnya ketika Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda kepadanya,

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا وَافْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا

"Jika engkau bangkit melaksanakan sholat, maka bertakbirlah, lalu bacalah sesuatu yang mudah bagimu berupa Al-Qur’an. Kemudian rukuklah sampai tuma’ninah dalam posisi rukuk. Kemudian bangkitlan sampai tegak dalam posisi berdiri. Lalu sujudlah sampai tuma’ninah dalam keadaan sujud. Kemudian bangkitlah sampai tuma’ninah dalam keadaan duduk. Lakukanlah hal itu dalam seluruh sholatmu". [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Al-Adzan (757), dan Muslim dalam Kitab Ash-Sholah (883)]

Hadits ini menjelaskan bahwa diantara rukun sholat adalah bertakbir dan membaca Al-Fatihah pada setiap raka’at, sedang kedua rukun ini adalah rukun yang berkaitan dengan ucapan dan bacaan. Jadi, barangsiapa yang tidak membaca dan mengucapkannya dalam sholat, maka sholatnya batal!!! Jika ia terus melakukannya, maka ia berdosa.

Ini bagi orang yang mampu membaca Al-Fatihah. Jika tidak mampu membaca Al-Fatihah setelah ia berusaha sekuat tenaga untuk menghafalnya, namun ia tak mampu juga karena suatu penyakit atau buta huruf, dan lainnya, maka Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- tetap memberikan bimbingan agar ia membaca dzikir berikut ini:

Dari sahabat Ibnu Abi Aufa -radhiyallahu anhu- berkata,

عَنْ ابْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ:جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي لَا أَسْتَطِيعُ أَنْ آخُذَ شَيْئًا مِنْ الْقُرْآنِ فَعَلِّمْنِي شَيْئًا يُجْزِئُنِي مِنْ الْقُرْآنِ فَقَالَ قُلْ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

"Seseorang pernah datang kepada Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- seraya berkata, "Sesungguhnya aku tidak mampu menghafal sesuatupun dari AL-Qur’an. Karenanya, ajarilah aku sesuatu yang mencukupi aku dari Al-Qur’an". Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, "Bacalah:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

(Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah; Tiada sembahan yang, kecuali Allah; Allah Maha besar; Tiada daya dan upaya, kecuali pada Allah)". [HR. Abu Dawud (832) dan An-Nasa'iy (923). Di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Irwa' (303)]

Para pembaca yang budiman, perhatikan ketika Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- memberikan ganti bacaan Al-Fatihah dengan dzikir tersebut, maka gantinyapun dengan dzikir qouliy (dzikir ucapan dengan menggunakan lisan). Semua ini menunjukkan kepada kita tentang batilnya pendapat Abu Bakr Al-Ashom dan Ibrahim bin Isma’il bin Ulayyah. Ini juga menghancurkan paham dan pemikiran menyimpang yang pernah dicetuskan oleh kaum shufiyyah alias tarekat bahwa sholat tidak perlu melakukan gerakan-gerakan dan membaca dzikir dan lainnya dalam sholat. Menurut mereka bahwa sholat itu cukup dzikir dalam hati. Subhanallah, jelas ini batil berdasarkan dalil-dalil di atas. Walilllahil hamdu walminnah.

Ringkasnya , sholat haruslah disertai ucapan dan gerakan perbuatan yang telah dijelaskan oleh Teladan kita, Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam hadits-hadits yang shohih dari beliau. Tidak boleh sholat itu hanya sekedar bacaan atau dzikir dalam hati!!

Sumber : Buletin Jum’at At-Tauhid edisi 123 Tahun II. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Dzikro. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp)

Beginilah Cara Wudhu dalam Sunnah

Wudhu’ ( الْوُضُوْءُ ) adalah sebuah sunnah (petunjuk) yang berhukum wajib, ketika seseorang mau menegakkan sholat. Sunnah ini banyak dilalaikan oleh kaum muslimin pada hari ini sehingga terkadang kita tersenyum heran saat melihat ada sebagian diantara mereka yang berwudhu’ seperti anak-anak kecil, tak karuan dan asal-asalan. Mereka mengira bahwa wudhu itu hanya sekedar membasuh dan mengusap anggota badan dalam wudhu’. Semua ini terjadi karena kejahilan tentang agama, taqlid buta kepada orang, dan kurangnya semangat dalam mempelajari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-.

Banyak diantara kita lebih bersemangat mempelajari dan mengkaji masalah dunia, bahkan ahli dan pakar di dalamnya. Tiba giliran mempelajari agama, dan mengkajinya, banyak diantara kita malas dan menjauh, sebab tak ada keuntungan duniawinya. Bahkan terkadang menuduh orang yang belajar agama sebagai orang kolot, dan terbelakang. Ini tentunya adalah cara pandang yang keliru. Na’udzu billahi min dzalik.

Para pembaca yang budiman, demi menghilangkan kejahilan dan keraguan kita tentang cara berwudhu’, maka ada baiknya kami mengajak anda berkeliling menikmati dan memperhatikan hadits-hadits Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- yang menjelaskan tata cara dan kaifiat wudhu yang benar. Karena pembahasan wudhu’ ini agak panjang, maka –insya’ Allah- kami akan menurunkan pembahasan ini secara musalsal (berseri).

* Batasan Wudhu’

Bila menilik kitab-kitab dan manuskripsi klasik dan kontemporer para ulama kita, maka anda akan menjumpai bahwa para ahli ilmu telah membahas definisi dan batasan wudhu’ ( الْوُضُوْءُ ) dari sisi bahasa maupun istilah dalam syara’.

Seorang ahli bahasa, Al-Imam Ibnul Atsir Al-Jazariy -rahimahullah- menjelaskan bahwa jika dikatakan wadhu’ ( الْوَضُوْءُ ), maka yang dimaksud adalah air yang digunakan berwudhu. Bila dikatakan wudhu’ ( الْوُضُوْءُ ), maka yang diinginkan disitu adalah perbuatannya. Jadi, wudhu adalah perbuatan, sedang wadhu’ adalah air wudhu’. [Lihat An-Nihayah fi Ghoribil Hadits (5/428)]

Syari’at wudhu’ mengandung hikmah yang amat dalam. Diantara hikmah wudhu’, seorang dibimbing agar ia memulai aktifitas ibadah dan kehidupannya dengan kesucian dan keindahan. Sebab wudhu itu sebenarnya bermakna keindahan, dan kesucian [Lihat Ash-Shihhah fil Lughoh (2/282) karya Al-Jauhariy]

Al-Hafizh Ibnu Hajar Asy-Syafi’iy -rahimahullah- berkata, "Kata wudhu’ terambil dari kata al-wadho’ah/kesucian ( الْوَضَاءَةُ ). Wudhu disebut demikian, karena orang yang sholat membersihkan diri dengannya. Akhirnya, ia menjadi orang yang suci". [Lihat Fathul Bariy (1/306)]

Adapun makna wudhu’ menurut tinjauan syari’at, kata Syaikh Sholih Ibnu Ghonim As-Sadlan -hafizhohullah-,

مَعْنَى الْوُضُوْءِ : اسْتِعْمَالُ مَاءٍ طَهُوْرٍ فِي اْلأَعْضَاءِ اْلأَرْبَعَةِ عَلَى صِفَةٍ مَخْصُوْصَةٍ فِي الشَرْعِ

"Makna wudhu’ adalah menggunakan air yang suci lagi menyucikan pada anggota-anggota badan yang empat (wajah, tangan, kepala, dan kaki) berdasarkan tata cara yang khusus menurut syari’at". [Lihat Risalah fi Al-Fiqh Al-Muyassar (hal. 19)]

* Kewajiban-kewajiban Wudhu’

Para ulama fiqih telah menerangkan bahwa wudhu memiliki kewajiban-kewajiban ( فُرُوْضٌ ), yakni anggota-anggota badan yang harus dan wajib dibasuh (dicuci). Kewajiban-kewajiban ( فُرُوْضٌ ) tersebut adalah:

1. Membasuh wajah. Termasuk wajah, adalah hidung, dan mulut.
2. Membasuh kedua tangan sampai kepada dua siku.
3. Mengusap kepala (termasuk kepala, adalah kedua telinga kita)
4. Membasuh kedua kaki sampai kepada kedua mata kaki
5. Melakukannya secara berurutan sesuai yang disebutkan dalam Al-Qur’an (QS. Al-Maa’idah : 6)
6. Dilakukan secara beruntun, tanpa selang waktu yang lama.

Inilah enam furudh (kewajiban) bagi wudhu’ yang harus anda penuhi. Kapan ada salah satunya yang tak terpenuhi, maka wudhu’ kita tak sah, walaupun berwudhu’ beribu-ribu kali. Enam perkara ini telah disebutkan oleh Allah dan Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-.

Allah -Azza wa Jalla- berfirman,

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki". (QS. Al-Maa’idah : 6)

Dari sebagian sahabat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah berkata,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلاً يُصَلّيِْ وَفِي ظَهْرِ قَدَمِهِ لُمْعَةٌ قَدْرَ الدِّرْهَمِ لَمْ يُصِبْهَا الْمَاءُ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُعِيدَ الْوُضُوءَ وَالصَّلاَةَ

"Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah melihat seseorang melakukan sholat, sedang pada punggung kakinya terdapat lum’ah (bagian yang tak tercuci) seukuran uang dirham yang tak terkena air wudhu. Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- pun memerintahkannya untuk mengulangi wudhu’ dan sholatnya". [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (1/216), dan Ahmad (14948). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Irwa' (86)]

Muhaddits Negeri India, Syamsul Haqq Al-Azhim Al-Abadiy -rahimahullah- berkata saat memetik faedah agung dari hadits ini, "Hadits ini di dalamnya terdapat dalil yang gamblang tentang wajibnya muwaalat (melakukan wudhu secara beruntun, tanpa selang waktu yang lama). Karena perintah mengulangi wudhu’ sebab membiarkan adanya lum’ah (bagian yang tak tercuci). Perintah itu tak terjadi, kecuali karena wajibnya muwaalaat. Ini adalah pendapat Al-Imam Malik, Al-Auza’iy, Ahmad bin Hanbal, dan Asy-Syafi’iy dalam sebuah pendapat beliau". [Lihat Aunul Ma'bud (1/192)]

Hadits ini adalah hujjah atas orang-orang Syi’ah-Rofidhoh, sebab hadits ini menjelaskan wajibnya mencuci kaki, bukan diusap sebagaimana yang disangka oleh orang-orang jahil dari kalangan Syi’ah-Rofidhoh. Barangsiapa yang tidak mencuci alias membasuh kaki saat berwudhu’, maka wudhu’nya tak sah, dan juga sholatnya tak sah. Bahkan boleh jadi ia berdosa dengan perbuatannya tersebut, sebab ia menganggap sesuatu yang haram sebagai ibadah dan ketaatan!!

Al-Hafizh Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- berkata, "Barangsiapa (seperti, kalangan Syi’ah) yang mewajibkan mengusap kedua kaki sebagaimana khuff (sepatu selop) diusap, maka sungguh ia sesat, dan menyesatkan!! Demikian pula barangsiapa yang membolehkan untuk mengusap kedua kakinya, dan membolehkan mencuci keduanya, maka sungguh ia telah keliru juga. Barangsiapa yang menukil dari Abu Ja’far Ibnu Jarir bahwa beliau mewajibkan mencuci keduanya berdasarkan hadits-hadits tersebut, dan mewajibkan pengusapan keduanya berdasarkan ayat ini, maka ia belumlah mendudukkan madzhab Ibnu Jarir dengan benar dalam perkara itu. Karena ucapan beliau dalam Tafsir-nya hanyalah menunjukkan bahwa yang beliau maksudkan bahwa wajib menggosok kedua kaki dibandingkan anggota badan lainnya, sebab kedua kaki menyentuh tanah, lumpur, dan lainnya. Lantaran itu, beliau mewajibkan untuk menggosok kedua kaki agar hilang sesuatu yang ada di atasnya. Cuma beliau mengungkapkan tentang menggosok dengan kata "mengusap". Maka orang yang tidak merenungi ucapan beliau meyakini bahwa beliau menginginkan wajibnya menggabungkan antara mencuci dan mengusap kedua kaki!!". [Lihat Tafsir Al-Qur'an Al-Karim (3/53)]

Diantara dalil dari As-Sunnah An-Nabawiyyah yang menunjukkan wajibnya mencuci kaki, hadits dari Abdullah bin Amr -radhiyallahu anhu- beliau berkata,

تَخَلَّفَ عَنَّا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ سَفْرَةٍ سَافَرْنَاهَا، فَأَدْرَكَنَا وَقَدْ أَرْهَقَتْنَا الصَّلاَةُ، صَلاَةُ الْعَصْرِ وَنَحْنُ نَتَوَضَّأُ، فَجَعَلْنَا نَمْسَحُ عَلَى أَرْجُلِنَا، فَنَادَى بِأَعْلَى صَوْتِهِ : أَسْبِغُوْا الْوُضُوْءَ وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ

"Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah tertinggal dari kami dalam suatu safar yang kami lakukan. Kemudian beliau pun menjangkau kami, sedang sungguh sholat telah menjumpai kami –yaitu sholat Ashar-. Kami berwudhu’, lalu kami mulai menggosok kedua kaki kami. Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- berteriak dengan sekeras-kerasnya, "Sempurnakanlah wudhu’!! Kecelakaan bagi tumit-tumit dari neraka". [HR. Al-Bukhoriy (60), dan Muslim (241)]

Para pembaca yang budiman, ketika seseorang berwudhu, maka ada beberapa perkara yang perlu diingat bahwa saat mengusap kepala, hendaknya jangan lupa mengusap kedua telinga karena keduanya termasuk kategori kepala. Oleh karenanya, Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah bersabda usai mengusap kepala dan telinganya,

الاُذُنَانِ مِنْ الرَّأْسِ

"Kedua telinga termasuk kepala". [HR. Abu Dawud (134), At-Tirmidziy (37), dan Ibnu Majah (444). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (36)]

Ahli Hadits Negeri Syam, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy -rahimahullah- berkata saat menjelaskan faedah-faedah dari hadits ini, "Jika hadits ini sungguh telah shohih, maka ia menunjukkan tentang dua perkara yang berselisih di dalamnya pendapat para ulama’. Adapun perkara yang pertama, yaitu bahwa mengusap kedua telinga, apakah wajib atau sunnah (mustahab)? Pendapat pertama (wajibnya mengusap telinga) didukung oleh orang-orang Hanabilah. Hujjah mereka adalah hadits ini, karena sesungguhnya hadits ini tegas dalam memasukkan kedua telinga dalam kategori kepala. Tidaklah demikian, kecuali untuk menjelaskan bahwa hukum keduanya dalam pengusapan seperti hukum kepala dalam hal itu. Jumhur condong menyatakan bahwa mengusap kedua telinga adalah sunnah (mustahab) saja sebagaimana yang tertera dalam kitab Al-Fiqh ala Al-Madzahib Al-Arba’ah (1/56). Namun kami belum pernah menemukan hujjah yang boleh dipegangi dalam menyelisihi hadits ini (yakni, hadits di atas), kecuali ucapan An-Nawawiy dalam Al-Majmu’ (1/415), "Sesungguhnya hadits itu dho’if (lemah) dari seluruh jalur-jalur periwayatannya". Jika anda telah mengetahui bahwa masalahnya tidaklah demikian, dan bahwa sebagian jalur-jalur periwayatan hadits itu adalah shohih, belum pernah ditelaah oleh An-Nawawiy; sebagiannya lagi shohih li ghoirih, maka anda mampu mengenal kelemahan hujjah ini (yakni, pernyataan An-Nawawiy), dan wajibnya berpegang teguh dengan pendapat yang ditunjukkan oleh hadits di atas berupa wajibnya mengusap kedua telinga, dan bahwa keduanya dalam hal itu seperti kedudukan kepala. Cukuplah sebagai teladan bagi kalian dalam pendapat ini Imam Sunnah Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal. Sedang pendahulu beliau dalam pendapat tersebut adalah sekelompok sahabat yang telah berlalu penyebutan nama sebagian diantara mereka di sela-sela men-takhrij hadits ini (yakni hadits di atas). Sedang An-Nawawiy sungguh telah mengembalikan pendapat ini (1/413) kepada mayoritas salaf". [Lihat Ash-Shohihah (1/1/95/no. 36)]

Jadi, pendapat tentang wajibnya mengusap kedua telinga , sebab ia adalah bagian dari kepala adalah pendapat yang terkuat berdasarkan hadits di atas. Oleh karenanya, kebanyakan salaf (sahabat dan tabi’in) menguatkan pendapat ini.

Al-Imam Al-Hafizh Abu Isa Muhammad bin Isa At-Tirmidziy -rahimahullah- berkata tentang hadits yang menyatakan bahwa telinga termasuk kepala, "Amalan adalah berdasarkan hadits ini di sisi mayoritas ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, dan orang-orang setelahnya bahwa kedua telinga termasuk bagian dari kepala. Pendapat inilah yang dinyatakan oleh Sufyan Ats-Tsauriy, Ibnul Mubarok, Asy-Syafi’iy, Ahmad, dan Ishaq". [Lihat Sunan At-Tirmidziy (1/152), cet. Dar Ihya' At-Turots Al-Arobiy, 1422 H]

Perkara lain yang perlu ditoleh ketika berwudhu’ –khususnya saat membasuh wajah-, berkumur-kumur, dan menghirup air ke dalam hidung dari satu telapak tangan, lalu menyemburkannya. Berkumur dan menghirup air ke hidung merupakan kewajiban yang masuk dalam kewajiban membasuh wajah, sebab mulut dan hidung bagian dari wajah.

Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

وَإِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلِيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ مَاءً ثُمَّ لْيَنْتَثِرْ

"Jika seorang diantara kalian berwudhu’, maka hendaknya memasukkan air dalam hidungnya, lalu semburkanlah". [Muslim dalam Ath-Thoharoh (237)]

Beliau juga bersabda dalam memerintahkan berkumur,

إِذَا تَوَضَّأْتَ فَمَضْمِضْ

"Jika engkau berwudhu’, maka berkumur-kumurlah". [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (144). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (1/48/no. 144), cet. Maktabah Al-Ma'arif, 1421 H]

Di dalam hadits ini terdapat perintah berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung, lalu menyemburkannya. Ini menunjukkan wajibnya kedua perkara itu, sebab segala yang diperintahkan beliau hukumnya wajib, kecuali jika ada dalil lain yang memalingkan hukumnya menjadi mustahab atau mubah, sedang dalam perkara ini tak ada dalil yang memalingkannya. Jadi, hukumnya tetap wajib. Wallahu a’lam bish showaab.

Sumber : Buletin Jum’at At-Tauhid edisi 118 Tahun II. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Dzikro. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp)

Wednesday, October 20, 2010

Bu Qoyyimah

Kawanku, mari kita berdoa untuk Ibu Qoyyimah binti Nashrun, semoga diberi kemudahan oleh Yang Maha Pemurah untuk melaksanakan ibadah Haji diatas usianya yang 102 tahun itu. Sungguh Allah, Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengetahui... :)

Why Would A Bachelor Degree Of IT Prefer Sells “Tempe-Tahu” Traditionally? (Part 1)

Not that I don’t interesting on IT. I wouldn’t take the program in the first place if it so. In fact it’s really challenging and full of passion to be in IT field, to talk about it. Its extremely satisfying to solve a problem and building a solution for IT project.

At first, I took Pascal language for computer programming as my basic language. Because its already in the campus’s program and many of my seniors are familiar with it. Beside it’s easier for my to understand it compared with C, Java, Basic language. I realized letter then that Pascal is not designed for “object oriented programming” or we could say it’s made for procedural programming. Why would “object oriented programming” are different from “procedural programming”? you may ask IT scholars for more detail, at least 3 point of SKS if you’d like to take it on class.

As you may know Pascal lead to Delphi, C lead to C++, Java lead to Visual Java, and Basic lead to Visual Basic, so I then more intensively learn how to do the visual programming Pascal on the Delphi environment. Delphi’s a good stuff for sure and people at Borland are really awesome. I’ve tried other IDE (Integrated Development Environment) for other programming language but hardly find flexibility the way Delphi’s offer. The version of Delphi 6 are good, Delphi 7 are more complete, but then I was disappointed with Delphi 8 where I found lack of resources on its interfaces and far bending from its original orientation. I’m not sure weather people at Borland try to integrate the .Net into its framework that yet not fully succeeded.

IT is not just programming, in fact the programming is just small part of IT. Its like building a huge system, you’ll need to involve every thing and every one, and analyzing any single detail, that involved human side and the machine side. Seeing trough the future and provide flexibility for better improvements. Mean to ease people and make a better life.

So many thing that I wanted to explain on why’s IT stuff are so interesting to get involved with and to find solutions trough it. From the core programming into multimedia implementation is so complex yet logic and handy. But I don’t want to talk much about it; I just wanted to make it more casual-usual.

So why I – or any weird person – would consider to be a “tempe-tahu” seller traditionally instead of becoming an IT expert? Later on …

The Ural Forest (Part 2)

It’s brought by “National Geographic Channel”, it’s really awesome program/show. Most of it told us about the virgin forest of Ural. One of the oldest forests on earth. Aged thousand of years.
The shows reveal some of its secrets. About the creatures in it, how they lived, how they search for food, how they survive. I really like the way they package this show with soft and warm story.
One of the most amazing story’s about the brown bear. Perhaps it’s the Hugest and strongest creature of the Ural Forest. I just know that brown bear’s really warm creature. As other kind of bears, they lived seems individually and lonely, but when they meet their mate they are so warm, and how they make love – seems to me – so tender. And little children of bear’s so cute and pleasing as they always play around and always stick with their mother, looked so warm to me.
Perhaps it’s sound silly, dude… but I do feel connection with bears. Once I took some quizzes on fb and found that bears are my totem. Seems lonely, lazy, but extremely strong, warm, and tender, haha …

The Ural Forest (Part 1)

I believe many TV shows is useless and a waste of time. I feel many of them only cause a degrading moral. If you like a joke, some of us may agree if instead of bombing Bali or any public places Nurdin M Top and their buds should prefer to bomb TV Station (Although I strongly believe that bombing is just a bullshit and all of us should against that kind of nonsense). Or at least some one should slap the producer’s ass, I meant slap it real hard for creating such a worst quality TV shows.

Let me mention shows about Indonesian Celebrity in our local TV. I meant what they really want to show us? Is it their live style, the way they dress, the way they lied, the way they do affairs, I meant what’s the point? Why we should give a damn? There’s nothing to be picked from such show. At least, if you or our youngster want to follow, better search else where! There are many great people in our history and some living legend out there instead from this kind of shows.

Also the “reality shows” or what-so-called, such “termehek-mehek”, “penghuni terakhir”, and lots more. I watch them one or twice, and I found the fact that none of them make any – fucking – sense. And many of its content filled with lies. I meant are these day people sold lied for a living? Please … At least if it isn’t a lie then they sell people’s shit, and that not even better.
And “Today Music” Show’s garbage! Beginning with the singer it self. I said, oh my God, is there any good singer that respect the word?! And seeing our youngster following this nonsense, that’s real sad. You can called me old-fashioned or whatever you’d like, but that's the fucking-dirty-fact, dude.

And many of this, I couldn’t mention all of them for sure. Well saying this like throw up my whole stomach out right in front of you, and the smell really nasty dude. I’m sorry I couldn’t help it, Lol.

Well my Intention at first’s to tell you about Ural Forest, but I think I slept away and the page is beginning to shrink, so I’ll tell you later on.

What You Called This “Silly” Dream

Lately I have several weird dreams, and sometimes really bizarre. The dreams that never been predicted of my conscious mind. But luckily it’s not dreams about “you-know-what” kind that tingle in our head and make our day unpeaceful.

Last I remember, I was dreaming about being a person who tries to saving from a gas tube explosion. It may have correlation with so many accidents that happen in our country – Indonesia that involved gas tube explosion, or it may not, I’m not sure. The dream just happens.

In the dream, it was so not so easy to defuse a gas tube that about to explode. I couldn’t find a way to stop the gasses leaking. It just didn’t stop come out and the gas it self’s poisonous the longer you breathe it. So I need to find a way to bring it as far as possible from people and from the fire trigger. The problem is, each time I throw the tube away to the outdoor which I think it saves, each time also a children show up nearby. So I took it again and run as fast as shadow to the far far place and throw it away. I don’t want to be a victim to this deadly gas tube my self. So does some little children show up again and again. It seems I couldn’t find a saver places to defuse the deadly gas tube, far from people and far from children. Sigh …

Before a truly woke up, the last thing I did is throw it away into a huge water irrigation, I though water could neutralize the poisoning gas and I wouldn’t find any people or any children playing around. Lol …

For me, this what so ever “silly” dream is save enough compared to the other “past” dream, at least a fell like a little heroic or something. :)

Written on somewhere on September

Monday, August 9, 2010

Bismillah

We Welcome U The Moon Of Blessing.
Trough U We Seek His Blessing.

[ image : http://www.boston.com/bigpicture/2009/08/ramadan_2009.html ]

Ramadhan Al-Mubarak ...

Monday, July 19, 2010

she just saw him

hei kawan, kuajak engkau yang baik untuk mendoakan seoarang wanita yang baik...

dia membuat sebuah blog yang mengungkapkan sebagian isi hatinya, dan berharap suatu saat dia mengenal seorang lelaki yang baik yang kemudian membaca apa yang ada di blog itu, tentang dirinya dan isi hatinya, kemudian lelaki yang baik ini menyadari betapa berharganya wanita yang baik ini...

hei kawanku, baru saja dia melihat lelaki itu, maka kuajak engkau berdoa yang baik agar kisah wanita yang baik ini berakhir dengan sangat baik (alias 'happy ending' hehe)...

Tuesday, July 13, 2010

khabarkan padaku tentang kesabaran!!!

Demi Yang Maha Perkasa, kawanku...
sesungguhnya kesabaran itu ada tiga tempatnya...

tempatnya yang pertama: saat engkau melaksanakan perintah-Nya; maka sabarlah kau saat sholat dan jangan terburu-buru, sabarlah kau saat puasa dan jaga lisanmu... sabar... sabar...

tempatnya yang kedua: saat engkau menjauhi larangan-Nya; maka sabarlah kau saat berusaha menjauhi zina, sabarlah engkau saat menjauhi makanan yang haram, sabar ... sabar ...

tempatnya yang ketiga: saat engkau ditimpa suatu kejadian dari qadha dan qadar-Nya; maka sabarlah engkau saat orang terdekatmu meninggalkanmu untuk selamanya, sabarlah engkau saat dianugerahi jabatan yang adalah amanah, sabar ... sabar ....

dan berpesan-pesanlah dalam kesabaran, kawanku ... agar kita tidak merugi ... :)

Whats Your Channel ???

duude, kawan ... aku ingin berbagi link ... tapi kadang kadang aku ga hapal linknya, jadi aku kumpulkan linknya di suatu tempat yang kadang kadang aku juga lupa ...

tapi kalau dikau nyasar ke youtube, aku punya channel disana, tempatku mengumpulkan link2 yang menurutku cukup (sangat) menarik... coba deh di http://www.youtube.com/roultube.

link yang terakhir ku add ke fav itu http://www.youtube.com/watch?v=hxCHEJSHOBE. menyusul link2 yg lain, seandainya aku punya cam ... sigh ...

baiklah ... sekarang, mana channelmu???

Monday, July 5, 2010

the hot garbage news

about ariel peterpan, what say u?!

i said...
ariel peterpan he's great, to reveal the blurred fact that celebrities are just a bunch of sh*t no worth to be followed in any mean, but did anybody c this?! so save ur children from this so called celebrities in any possible way, my friend... n for ariel, congrats.. dan sekarang, membusuk lah kau di bui, boi!

Wednesday, June 30, 2010

demam kuda pony

sekarang banyak kuda poni berkeliaran ...
pake jilbab tapi transparan atau jilbab rapat sehingga bentuk leher kelihatan, baju ramping dan pinggul jelas bentuknya, rok cuman sampe sebetis pake kaos kaki pendek betis kelihatan, overall persis kaya' kuda pony ... bener2 norak dan kampring banget ... bukan kah jilbab digunakan sebagai hijab tuk menutup aurat?! kalo masih nampak perhiasannya buat apa coba?!!!

bu ainun

sebuah buku tentang kisah mereka dari dari sudut pandang seorang enginer, sepertinya cukup menarik untuk dinanti... ;)

Wednesday, June 2, 2010

nasehat terbaik???

pernah dengar?
"Nak, goleko duit sing okeh, mung ojo lali sholat" ...
"Nak, Sappako linomu, ajja ma'lupai akhera'mu"...
"Nak, kejarlah cita2mu setinggi langit, kuliah lah sampe jadi sarjana, kalo perlu s2 keluar negeri, cari kerja yang mapan, kumpulin duit sebanyak-banyaknya.... tapi nak... jangan lupa sholat, jangan lupa sedekah, jgn lupa beribadah kepada Alloh"...
jangan salah kaprah, kawan ... itu adalah salah satu nasehat ter-kurang ajar yg pernah ada ...
bukankah sudah tertulis dalam Manual dari Sang Pencipta: "kejarlah akheratmu tapi jangan lupa bagianmu di dunia" ...
itu lah yg kumaksud salah kaprah kawan ... sekarang, katakan kepadaku bagaimana engkau akan memproporsikan dirimu?

Nuun

sungguh aneh...
kadang aku menemui orang berbeda dengan apa yang mereka tulis...
aku jadi bingung, yang manakah pribadi mereka sebenarnya...
apakah saat aku berbincang dengan mereka dipagi hari?!
ataukah saat kubaca apa yang mereka tulis di "facebook"- or such stuff?!
bukankah Yang Maha Mutakallim telah bersumpah demi kalam?!

Monday, May 24, 2010

make a best choices

choices...


it just like a game, we calculate things, depend on variables and parameters. but u can't calculate every single things, sometimes u need luck. so does live, my friend ...

Thursday, May 13, 2010

my lonely

Toraja, 13 may 2010 at midnight.

my dear, if only u're in my side, u'll wake up in each morning and see fogs cover the mountains surrounding us.. the air is cold they try to freeze our bone, but don't worry dear, coz u'll hear birds in trees sing the song of life. and u'll find that the beauty color of the sky is not always blue.. and in the evening the sky pouring rain till midnight.. and after that then u find a peaceful silence..

u'll find that people here r sallow, but somehow they found a way to live in peace, in the world they were like brothers. the most funny and amazing thing here is that u'll find so many cute babies around. i wonder will u have this kind of cute babies, my dear? :)

i never meet u yet, but if then i'll give u all my world, i'll make sure u'll feel that u're the most beautiful woman in the world, and as our dien complete together we shall reach His Jannah..

don't worry, dear.. i'll find u.. :)

refleksi

hanya seminggu disini, aku sudah mengeluh, kenapa? kamu akan tau jawabannya, kawan ...
seoarang kakek tua, umur mungkin sudah hampir 100 tahun, pakaian yang kumal dan langkahnya tertatih susah, mengais tong sampah mencoba mencari gelas-gelas plastik bekas minuman. Dia berjalan ber kilo-kilo meter jauhnya hingga akhirnya terkumpul cukup uang dari penjualan plastik-plastik bekas itu. ketika ditanya untuk apa kakek tua itu mengumpulkan gelas plastik sampah itu, jawabnya singkat "untuk, rika"... siapa rika??? rika adalah wts umur 30an yang ditemuinya tiap akhir pekan untuk diajak "bercinta"... bisa kau bayangkan, kawan??? kakek renta yang bersusah mengumpulkan uang dari tong2 sampah berujung untuk memuaskan nafsunya... diujung usianya... nauzubillah... kau dan aku kawan, diujung usia kita, semoga Allah memberi kita akhir yang baik... "dan sungguh akhir itu jauh lebih baik daripada permulaan" (95:4)

1st day

1-may-2010 Toraja, a new land, a new chapter of my life is began ...

Tuesday, April 13, 2010

reign of blood

Passed down to you by Cuauhtemoc, Eagle Warrior of Tenochtitlan. An omen appeared above the forest, the shape of an ear of corn, but blazing like daybreak. It seemed to bleed fire, drop by drop, like a wound in the sky. I am a warrior, not a priest, and knew not what to make of such a sign.

I consulted with the seers and magicians to see if another great war was coming, but they answered only in riddles. ‘The gods want more sacrifice,’ was their answer. That was always their answer.

Much of our empire of rain forests and volcanoes has been conquered in the name of sacrifice. The magicians tell us that we must make a sacrifice every single day for the sun to continue to rise.

It took the relay teams two full days to carry my message the two hundred miles to our city of Tenochtitlan. After two more days, my uncle, Montezuma, emperor of the Aztecs, sent his reply.
Montezuma’s priests foretold that the god Quetzalcoatl might soon return from his long exile. How else to explain the omen?

Montezuma ordered my warriors to increase their efforts to consolidate the rain forest between our lands and those of our enemies. We must establish control over four shrines that are sacred to Quetzalcoatl, the feathered serpent.

Because the Aztec Empire is mighty and constantly expands, we have made many enemies. We must defend these shrines from our enemies in order to prepare for Quetzalcoatl’s eventual return.

Friday, March 26, 2010

the reasonable of love

kawan... jangan mencintai wanita karena matanya yang indah...
atau karena suaranya yang merdu...
atau karena senyumnya yang menawan...
atau karena gerak geriknya yang memesona...
jangan kawan...

kawan... cinta itu adalah pada apa ia bersandar...

maka sandarkan cintamu kepada sandaran yang kokoh, kepada Dia Yang Maha Perkasa...
maka refleksinya kamu hanya akan mencintai hal2 yang dicintai pula oleh-Nya...
maka la tahzan wa la khoufun 'alina, wa Barakallah...

maka kawan... cintailah wanita karena pandangannya yang merendah...
karena lisannya yang terjaga...
karena hijabnya yang baik...
karena akhlaknya yang terpuji...

bukankah rosul sudah bilang, nikahilah wanita karena 'agama'nya...

wanita yang seperti ini kawan, tak dapat ditukarkan dengan apapun...
seandainya dikumpulkan harta dan perhiasan didunia, dari yang dulu-dulu sampai sekarang...
sungguh kawan, wanita seperti ini jauh lebih baik dari dunia dan isinya...

dan bagimu ukhty, sungguh 'agama' laki2 itu adalah 'agama' istrinya, kalo istrinya tukang ngebaso, pastilah suaminya akan juga ngebaso, walaupun asalnya tidak... oleh karena itu ukhty, demi Yang Maha Perkasa, perbaikilah 'agama'mu...

Wednesday, February 10, 2010

insan (1-3)

Apakah pernah datang kepada insan waktu dari masa yang ketika itu ia tidak dapat disebut-sebut. Sungguh Kami telah menciptakan insan dari nutfah yang bercampur, kami ingin mengujinya maka kami jadikan padanya pendengaran dan penglihatan. Sungguh kami telah memperlihatkan kepadanya jalan-jalan; ada yang bersyukur ada kufur. (al-insan 1-3)

kawanku... aku yakin kau lebih cerdas dari diriku, sebab aku tau bahwa pernah datang padaku masa disaat dulu sebelum penciptaanku aku bukanlah sesuatu yg terpikirkan bahkan bukan sesuatu yang dapat disebut-sebut, dan dirimu lebih tau itu kawanku... tapi sungguh kawanku, semua insan tau bahwa mereka pernah berada pada masa ini, tetapi sangat sedikit yang mengambil pelajaran dari itu ...

kawanku... dirimu dan diriku tau bahwa kita diciptakan dari nutfah yang bercampur, sebuah air yang hina dan rendah kedudukannya, lalu Tuhanku menjadikan pada diriku dan dirimu pendengaran dan penglihatan, dua buah aset yang paling utama yang kita berdua bersyukur atasnya... tapi sungguh kawanku, keduanya dan pemberian yang lainnya tidaklah bertujuan melainkan untuk menguji kita ...

kawanku... dirimu mungkin tau seperti halnya diriku yang mengetahui bahwa saat Tuhanku hendak menguji kita maka Dia yang Maha Perkasa membentangkan jalan-jalan dihadapan kita, lalu kita memilihnya menjadikan kita satu dari dua, yang bersyukur atau yang kufur... tapi sungguh kawanku, sudah cukupkah kita memanfaatkan pendengaran, penglihatan dan segala potensi yang telah dianugerahkan kepada kita untuk melewati ujian kita...

Monday, January 11, 2010

Dia Lelaki Ilham Dari Surga

Ebiet G Ade

Dia yang berjalan melintasi malam
adalah dia yang kemarin dan hari ini
akan selalu menjadi ribuan cerita
karena dia telah menempuh semua perjalanan
Dia berjalan dengan kakinya,
dia berjalan dengan tangannya,
dia berjalan dengan kepalanya
tetapi ternyata ia lebih banyak berjalan dengan pikirannya

Dia jelajahi jagat raya ini
dengan telanjang kaki dan tubuh penuh daki
Meskipun ia lebih lapar dari siapapun,
meskipun ia lebih sakit dari siapapun
ia menempuh lebih jauh dari siapapun
Meskipun ia lebih miskin dari siapapun,
meskipun ia lebih nista dari siapapun
Tetapi ternyata ia lebih tegak perkasa dari siapapun

Batu-batu seperti menyingkir
sebelum ia datang, sebelum ia lewat
Semak-semak seperti menguak
sebelum dia injak, sebelum dia menyeberang
Ia berjalan dengan matanya,
ia berjalan dengan perutnya,
ia berjalan dengan punggungnya
tetapi ternyata ia lebih banyak berjalan dengan fikirannya

Gadis-gadis selalu menyapa
karena dia tampan meskipun penuh luka
Kata-katanya tak bisa dimengerti
Tetapi selalu saja akhirnya terbukti
ia lelaki gagah perkasa,
ia lelaki ilham dari sorga,
ia lelaki yang selalu berkata,
"bahwa kita pasti akan kembali lagi kepadaNya."

Irish Chicken Soup, love Stu...

ga tau tiba2 pengen googling ini, mungkin karena pengaruh hujan dan pengaruh "phone booth" kemaren, walaupun blm dapat diwujudkan mungkin bisa bermanfaat buat yang nyasar kesini. ini diambil dari http://www.sunshinerecipes.com/irishitalianchicken.shtml dan http://irma303.multiply.com/recipes/item/192 serta http://cookbook.co.za/chicken-recipes/creamy-irish-chicken-soup/

1)========================================

IRISH CHICKEN AND DUMPLINGS RECIPE

This recipe will teach you how to make Irish Chicken and Dumplings. It is a quick and easy recipe to make. Irish Chicken and Dumplings is a very tasty dish and the flavours are fantastic. My mother would never let us have bread with the Irish Chicken and Dumplings as she always insisted that the dumplings were our bread and it took me till I grew older to realise what she meant.

Irish Chicken and Dumplings Ingredients

1 tsp salt
3 cups water
1/2 tsp pepper
1 1/3 cups milk
5 carrots sliced
3 cups baking mix
2 onions quartered
4 potatoes quartered
1 cup chopped celery
10oz packet frozen peas
1/2 tsp poultry seasoning
4 boneless chicken breast halves
2 x 10.75 oz cans condensed cream of chicken soup

Irish Chicken and Dumplings Method

In a large heavy pot combine soup, water, chicken, celery, onion, salt, poultry seasoning and pepper then cover and cook over low heat for about 1 1/2 hours then add potatoes and carrots then cover and cook another 30 minutes. Remove chicken from pot and shred it and return to pot. Add peas and cook only 5 minutes longer then add the dumplings.
To make dumplings: Mix baking mix and milk until a soft dough forms then drop by tablespoonfuls onto boiling stew. Simmer the Irish Chicken and Dumplings covered for 10 minutes then uncover and simmer an additional 10 minutes.

Enjoy your freshly made Irish Chicken and Dumplings!


2)========================================

Irish Chicken Soup

Category:
Soups & Stews
Style:
Irish
Special Consideration:
Quick and Easy

Description:
Sebenarnya aslinya resep sup ayam ini hanya terdiri dari ayam, bawang bombay dan kentang sebagai bahan utama tetapi karena saya ingin isinya lebih bervariasi maka kutambahkan wortel, bawang putih, dan kembang kol. Rasanya creamy, mungkin untuk yang tidak suka susu tidak cocok :-)
Kata si penulis, resep ini berasal dari Irlandia Utara, dari daerah Moira, County Down.

Ingredients:
3 lembar bacon
500 gr filet dada ayam, potong kotak
25 gr butter
3 buah kentang, potong kotak
3 buah bawang bombay, potong kotak
3 buah wortel, potong kotak (optional)
3 siung bawang putih, cincang halus (optional)
100 gr kembang kol, potong menurut kuntumnya (optional)
600 ml kaldu ayam
600 ml susu cair
150 gr krim cair
garam dan merica secukupnya
2 sdm peterselie segar, cincang

pelengkap:
Irish soda bread (saya ngga bikin, jadi diganti pakai bread roll)


Directions:
Tumis bacon dalam panci selama kira-kira 10 menit.
Tambahkan butter, bawang, daging ayam, kentang dan wortel.
Masak 15 menit.
Tambahkan kaldu dan susu, masak 45 menit, aduk rata.
Bumbui dengan garam dan merica.
Tambahkan krim, peterselie cincang dan kembang kol. Angkat.

Sajikan dengan soda bread (atau apa saja, sesuai selera).

Catatan:
Saya melakukan sedikit perubahan, potongan ayam kucampur dengan shao hsing + maizena + kecap asin dan kumasukkan pada saat kaldu dan susu sudah dicampurkan.

Bila suka, bisa juga ditambahkan jagung pipil, irisan daun bawang besar dan cellery root.


Resep diambil dari: Hühnchengerichte, Susan Meadow, Parragon.


3)========================================

This recipe really surprised me, it is really creamy and the potato adds such a great texture to the soup. What got me to make it was the bacon, chicken and bacon are a marraige made in heaven, add to that some cream and how wrong can you go! It’s really good, try it. (good for 4 servings)

What you need

4 or 5 slices bacon chopped
500g chicken breast meat in small chunks
2 large potatoes cubed
2 onions chopped
500ml chicken stock
500ml milk
150ml double cream
Palm of finely chopped parsley
1 tablespoon butter

The process

In a large pot on a medium to high heat, add the bacon and chicken pieces and cook, stirring frequently for about 6 minutes until the chicken is white. Add the onions and cook for about another 5 minutes stirring constantly.

Now add the potatoes, butter, stock and milk, give it a stir, bring it to the boil, reduce the heat and allow to simmer for 45 minutes.

Taste and season to your liking.

Add the cream, stir to combine, add the parsley, stir again and then simmer for a further 5 minutes.

Serve straight away with your favorite bread or rolls and a salad t finish off the meal.