ternyata kunci hidup itu sederhana ...
Dulu, waktu masih SMA, saat gentingnya masa-masa pencarian jati diri, aku sering ga puas dengan fakta-fakta dalam hidup ini. bukan tentang kehidupanku yang sederhana, tetapi tentang flow hidup orang-orang pada umumnya. Kita lahir, kemudian duduk dibangku sekolah, jadi mahasiswa, bekerja, berkeluarga, punya anak kemudian... mati ... kurang-lebih seperti itu mungkin siklus hidup orang-orang pada umumnya... begitu homogen, begitu biasa, dan begitu boring ...
Mungkin ini kedengeran agak konyol, tapi aku pernah hampir memutuskan untuk berhenti sekolah, lalu menjadi musafir dan mengembara untuk menemukan makna hidup yang sebenarnya... saat itu aku begitu yakin bahwa dengan melakukan perjalanan spiritual itu aku akan menemukan hal-hal yang baru dalam senang, sedih, sehat dan dalam sakit ... dan mungkin dengan itu aku bisa lebih dekat dengan-Nya ...
Waktu itu K'Hil yang lebih bijak itu, menasehatiku dangan pertanyaan yang sederhana ... "apakah kamu bisa menjamin bahwa dengan melakukan perjalanan itu kamu tidak akan 'tersesat' nantinya?" ... for sure, aku ga bisa ngasih jaminan itu, keluar kedunia sana sama saja dengan gambling, dengan hanya 2 hasil yaitu aku akan lebih dekat dengan-Nya atau justru sebaliknya ...
Suatu ketika Aku melihat "Ma'e-ku" (Ibuku) sedang melipat baju-baju, wajahnya yang begitu tenang membuatku wondering apa yang ada di dalam pikiran beliau ... Ma'e memang bukan sarjana yang tinggi gelarnya, beliau "hanya" lulus mu'alimin dan sempat ngajar disekolah TK, kupikir mungkin beliau bisa ngasih sedikit pandangan tentang apa yang kupikirkan ...
Lalu aku bertanya tentang siklus hidup kepada Ma'e ku dengan serentetan pertanyaan yang jawabanya pretty obvious, sesuai yang aku prediksikan. ujungnya lalu aku bertanya "Ma', kalo semua itu udah terpenuhi lantas ngapain Ma'?", "ya, bersyukur" jawab Ma'e ku. aku terbengong mendengarkan jawaban itu. Jadi ujung dari semua journey itu adalah bersyukur??? ...
sampai hari ini, kata-kata Ma'e itu yang jadi pegangan sekaligus big question bagiku, bahwa kunci dari hidup adalah bersyukur. meski aku ga sepenuhnya mengerti dengan konsep itu tetapi jawaban Ma'e itu cukup untuk meredam gejolak dalam jiwaku.
seiring berjalannya waktu aku mulai belajar tentang apa bersyukur itu, beyond teori dan beyond logic. Dan pada saat yang sama aku mulai menyadari bahwa bersyukur itu ga segampang yang aku kira. Yang jelas, bersyukur itu tidak cukup dengan ucapan Alhamdulillah saja ... karena dalam syukur terlalu banyak elemen yang harus dilibatkan ... ada ikhlas, ada sabar, dan "teman-temannya" ...
tapi intinya ya bersyukur! ... sederhana, khan???
Tuesday, February 10, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment