di majelis para ulama selalu diajarkan tauhid, jika selesai pembahasan kitab tauhid maka kembali dibuka majelis baru untuk kembali membahas kitab tauhid dari awalnya, demikian selalu diulang dan diulang...
hingga pada suatu ketika murid-murid syaikh Muqbil berkata "ya syaikh, kenapa pembahasan tauhid lagi, tidakkah kita belajar sesuatu yang lain?". syaikh tidak langsung membantah, namun mengatakan "nanti ya akhi, insyaAllah".
keesokan harinya beliau berbicara didepan murid-muridnya "telah sampai kepadaku bahwa diujung negeri ada seseorang yang menyembelih didepan puntu rumahnya". Murid-murid syaikh diam-diam saja tak banyak yang merespon.
keesokan harinya lagi beliau kembali berbicara didepan murid-muridnya "telah sampai padaku khabar ada seorang anak yang menzinai ibunya" spontan majelis menjadi gaduh dan murid-murid syaikh ribut membicarakannya "... sungguh jelek perkara ini...". lalu syaikh muqbil berkata "ya akhi, bagaimana antum ini, kemarin saya berbicara seorang sedang bermaksiat kepada Allah, kalian diam-diam saja, padahal kesyirikan lebih besar dosanya?!"
dikutip dari daurah tauhid ust. Dzulqarnain bab [9] "tentang menyembelih untuk selain Allah" dengan perubahan narasi...
Wednesday, November 14, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment