Thursday, November 3, 2011

sahabat, benarkan aku jika aku salah

Bismillahirrahmmanirrahim...
sahabat, tentu engkau sudah mafhum, bahwa qurban adalah ibadah yang besar. saking besarnya ibadah ini hingga ada hari raya khusus untuk ibadah ini. dan tiap ummat telah diutus dengannya nabi membawa risalah qurban ini, menandakan besarnya ibadah ini disisi Allah 'Azza Wa Jalla.

sahabat, ini adalah millah nabi Ibrahim alaihissalam yang sungguh pada beliau ada uswah/teladan yang baik, dan millah beliau tidak lain adalah ke-hanif-an. tahukah engkau apa itu ke-hanif-an?!... ya, ia adalah jalan yang selalu "bengkok" dari kesyirikan. ingatlah doa beliau alaihissalam: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) aman, dan jauhkanlah aku beserta anakcucuku daripada menyembah berhala-berhala" (Ibrahim:35). kata "jauhkan" memiliki banyak bentuk, namun beliau memili "وَاجْنُبْنِي" sebagaimana diabadikan Allah dalam qur'an, yang berarti "jauhkanlah sejauh-jauhnya dan tidak pernah bertemu sedikitpun jua"....

sahabat, siapakah yang lebih hebat tauhidnya melebihi belaiu alaihissalam?! sungguh tidak ada!!, didunia ini apalagi di jaman sekarang ini.... tapi bersamaan dengan itu nampak oleh kita betapa takutnya beliau dengan kesyirikan. maka semoga kita dapat mengambil pelajaran...

sahabat, ibadah qurban ini pada awal masa Rasulullah, hanya ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan pengetahuan para sahabat akan besarnya ibadah ini membuat mereka berlomba-lomba, sampai-sampai diantara mereka mbela-mbelain ngutang agar dapat membeli hewan qurban. namun datang masa setelahnya maka kebanyakan orang berlomba-lomba ber-qurban karena "gengsi" dan amat sedikit mereka membesarkan Nama Allah. dan perbuatan ini disindir olah Ibnu Abbas dengan menyuruh Ikrimah membeli daging hewan dipasar dan menyampaikan kepadanya bahwa jika ada yang bertanya perihal daging ini maka katakan "ini hewan qurbannya Ibnu Abbas", juga disindir oleh Bilal dengan beliau menyembelih ayam saja... rahimahumullah...

sahabat, semoga kita mengingat bahwa qurban itu hanya untuk mengagungkan dan membesarkan Nama Allah, dan tidak kepada selain Dia. qurban ini bukan darahnya, bukan dagingnya, bukann duitnya, bukan gengsinya, tapi ketakwaan kita lah yang mencapai keridhaanNya: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Al Hajj: 37)

dan sungguh sahabat, kebaikan itu hanya dari sisi Allah saja...

1 comments:

Nasrul Jihadi said...

maksudnya... luruskan/koreksi aku jika aku salah :)

Post a Comment